Materi ajar agama islam kelas 3 Rabu 02 September 2026

    




IDENTITAS

NAMA GURU

Zainal Arifin, S.Pd.I

HARI / TANGGAL

Rabu, 02 September 2026 

FASE / KELAS

Fase B / Kelas III

MATA PELAJARAN

Pendidikan Agama Islam 

MATERI

Memahamai akhlak kepada Allah dengan berbaik Sangka kepada Allah

#

PERTEMUAN KE

7

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.


Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti · Kelas 3 SD

Berbaik Sangka (Husnuzan) kepada Allah Swt.

Materi pembelajaran akhlak terhadap Allah Swt. — dikemas mindful, meaningful, dan joyful

📘Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Mengacu pada Capaian Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti terbaru (Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah/BKPDM Nomor 20 Tahun 2026), elemen Akhlak untuk Fase B (kelas 3–4):

Peserta didik memahami bahwa akhlak adalah buah dari iman dan ilmu. Peserta didik mengenal dan membiasakan perilaku terpuji (mahmudah), salah satunya berbaik sangka (husnuzan) kepada Allah Swt., serta berlatih membedakannya dengan perilaku tercela (mazmumah), sehingga tumbuh kebiasaan bersikap baik kepada Allah Swt., diri sendiri, sesama, dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka (husnuzan) kepada-Nya.

Rincian pelaksanaan tujuan pembelajaran dalam kegiatan belajar:

  1. Membaca doa belajar dan tadarus singkat sebelum memulai pelajaran mindful
  2. Mengerjakan kuis benar/salah untuk mengingat kembali materi sifat jaiz Allah meaningful
  3. Menonton video pembelajaran tentang husnuzan kepada Allah Swt. joyful
  4. Mendengarkan penjelasan guru disertai contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari meaningful
  5. Diskusi kelompok kecil membedakan contoh husnuzan dan suuzan meaningful
  6. Bermain peran (role play) singkat memperagakan sikap husnuzan joyful
  7. Menuliskan satu pengalaman pribadi berbaik sangka kepada Allah Swt. pada kolom refleksi mindful
  8. Mengerjakan soal asesmen formatif untuk mengukur pemahaman meaningful

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

1
Peserta didik mengingat kembali materi sifat jaiz Allah melalui kuis singkat.
2
Peserta didik mengenal arti husnuzan (berbaik sangka) kepada Allah Swt. melalui video dan penjelasan guru.
3
Peserta didik mengidentifikasi contoh sikap husnuzan dalam kejadian sehari-hari (nilai ujian, cuaca, rezeki, musibah kecil, dan lain-lain).
4
Peserta didik membedakan sikap husnuzan dengan suuzan (buruk sangka) melalui diskusi kelompok.
5
Peserta didik mempraktikkan sikap husnuzan melalui simulasi/bermain peran sederhana.
6
Peserta didik merefleksikan manfaat berbaik sangka kepada Allah Swt. dalam kehidupannya.
7
Peserta didik menunjukkan pemahamannya melalui asesmen formatif.
MateriMemahami akhlak terhadap Allah Swt. dengan berbaik sangka (husnuzan) kepada-Nya
Alokasi Waktu2 x 35 menit (1 pertemuan)
Model PembelajaranDiscovery Learning dipadukan dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: mindful, meaningful, joyful)
Metode PembelajaranCeramah interaktif, tanya jawab, diskusi kelompok, bermain peran (role play), penugasan reflektif
Media & Alat PeragaLaptop dan proyektor/LCD, video pembelajaran (tautan YouTube), speaker, papan tulis dan spidol, kartu bergambar contoh sikap husnuzan/suuzan, lembar kerja siswa (LKS), lembar refleksi

🔄Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Sebelum masuk ke materi baru, ayo mengingat kembali materi sifat jaiz Allah. Jawablah Benar atau Salah!

1. Sifat jaiz Allah artinya Allah wajib melakukan sesuatu.

2. Allah Swt. berhak menciptakan atau tidak menciptakan sesuatu sesuai kehendak-Nya sendiri.

3. Sifat jaiz Allah hanya ada satu, yaitu berbuat atau tidak berbuat terhadap sesuatu yang mungkin terjadi.

4. Allah wajib membuat matahari terbit dari arah barat.

5. Karena memiliki sifat jaiz, Allah bebas berkehendak tanpa ada yang memaksa-Nya.

Lihat kunci jawaban review

🎬Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

🔗 Tautan video: https://www.youtube.com/watch?v=G2T9qD2oFTc — Bapak/Ibu guru mohon ditonton dan disesuaikan lebih dulu isinya dengan bahasa anak kelas 3 sebelum ditayangkan di kelas. Jika kurang sesuai, dapat mengganti dengan video lain bertema "husnuzan untuk anak SD" dari kanal edukasi anak di YouTube.

Apa itu berbaik sangka (husnuzan) kepada Allah Swt.?

Husnuzan artinya berbaik sangka, yaitu selalu berpikir baik dan yakin bahwa apa pun yang Allah Swt. berikan pasti ada kebaikannya, meskipun kadang kita belum bisa memahaminya. Lawan dari husnuzan adalah suuzan, yaitu berburuk sangka atau mudah mengeluh dan menyalahkan Allah Swt.

Contoh husnuzan dalam kehidupan sehari-hari siswa SD

  1. Saat nilai ulangan kurang bagus — tetap yakin ini menjadi pelajaran agar lebih rajin belajar, bukan malah marah atau menyalahkan Allah Swt.
  2. Saat hujan turun dan tidak jadi bermain di luar — percaya bahwa hujan adalah rezeki dan kebaikan bagi tanaman dan bumi.
  3. Saat jatuh sakit — yakin Allah Swt. sedang menggugurkan dosa dan mengajarkan kita untuk lebih menjaga kesehatan.
  4. Saat permintaan belum dikabulkan — misalnya belum dibelikan mainan baru, tetap yakin Allah Swt. akan memberi yang terbaik pada waktu yang tepat.
  5. Saat melihat teman mendapat rezeki lebih — ikut senang dan yakin rezeki masing-masing orang sudah diatur oleh Allah Swt.
💡 Tips mengajar: ajak siswa menyebutkan satu pengalaman husnuzan mereka sendiri secara lisan sebelum masuk ke sesi diskusi kelompok, agar materi terasa dekat dengan kehidupan mereka.

Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. (Mudah) Husnuzan kepada Allah Swt. artinya ....

  1. berburuk sangka
  2. berbaik sangka
  3. berpura-pura baik
  4. tidak peduli

2. (Mudah) Lawan dari husnuzan adalah ....

  1. tawakal
  2. sabar
  3. suuzan
  4. syukur

3. (Sedang) Saat hujan turun sehingga tidak jadi bermain di lapangan, sikap yang menunjukkan husnuzan adalah ....

  1. marah dan mengeluh
  2. menyalahkan teman
  3. tetap bersyukur karena hujan adalah rezeki
  4. menangis sepanjang hari

4. (Sedang) Ketika nilai ulangan kurang memuaskan, sikap husnuzan yang tepat adalah ....

  1. berhenti belajar
  2. menjadikannya pelajaran untuk lebih rajin belajar
  3. menyalahkan gurunya
  4. berbohong kepada orang tua

5. (Sukar) Ali sudah berdoa ingin naik kelas dengan nilai terbaik, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Sikap husnuzan yang paling tepat ditunjukkan Ali adalah ....

  1. berhenti berdoa karena merasa Allah tidak mendengar
  2. tetap yakin Allah memberi yang terbaik dan berusaha lebih giat lagi
  3. iri kepada teman yang nilainya lebih bagus
  4. menyalahkan keadaan dan berhenti berusaha

B. Isian Singkat

1. (Mudah) Husnuzan artinya berbaik ____ kepada Allah Swt.

2. (Sedang) Sikap tidak percaya dan mudah mengeluh atas ketentuan Allah Swt. disebut ____.

3. (Sukar) Salah satu manfaat berbaik sangka kepada Allah Swt. bagi hati kita adalah membuat hati menjadi lebih ____ dan tenang.

C. Esai

1. (Sedang) Tuliskan satu contoh sikap husnuzan yang pernah kamu lakukan di rumah atau di sekolah!

2. (Sukar) Jelaskan mengapa kita perlu berbaik sangka kepada Allah Swt. meskipun keinginan kita belum terkabul!

Lihat kunci jawaban asesmen formatif




📝Kesimpulan

Husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah Swt. adalah akhlak mulia yang membuat hati menjadi tenang, sabar, dan bersyukur atas segala ketentuan-Nya. Dengan membiasakan husnuzan sejak kecil, siswa belajar menerima keadaan dengan lapang dada dan tetap semangat berusaha, karena yakin bahwa Allah Swt. selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

🧭Kesimpulan Pengajaran


⚠️ Kendala Pembelajaran

Sebagian siswa mungkin masih kesulitan membedakan konsep sifat wajib, mustahil, dan jaiz karena sifatnya abstrak; selain itu keterbatasan alat (proyektor/koneksi internet) dapat menghambat pemutaran video pembelajaran.

🛠️ Tindak Lanjut

Memberikan penjelasan ulang dengan analogi sederhana dan gambar ilustrasi, menyiapkan alternatif media offline (kartu bergambar/cerita), serta memberikan pendampingan individu bagi siswa yang belum memahami materi.

👦👧 Siswa yang Paham dan Belum Paham

Sudah Paham:  Belum Paham

Komentar